Half of My Heart

No!!! Ini bukan postingan berisi curhat percintaan. Isinya hanya curhat colongan, sebenarnya mau lanjut cerita jalan-jalan seperti TJ sebelum-sebelumnya, tapi ah sudahlah kebanyakan yang lewat! Hahaha 😦

image

Skagway, AK
Never did I know that I will leave half (or a really big chunk) of my heart in a small and isolated city. Growing as an urban girl I’ve always hate to be away from the big city, I’ve always been a fan of the traffic jams, the malls, people rushing on the way, all chaos any big city could offer.

Quick Update

Just a quick update, this is gonna be so raw. I’m working on my finals,which is a case study, the description of the project was given 3 weeks ago. I’ve been browsing through youtube to watch numeruous campaigns, my lecturer said it’s important to know everything about everything so I’m taking a little step to know more about corporates’ campaigns. I’m not gonna write this post with too much gibberish so let’s get into the point.

I was so overwhelmed with my case study, it is crazy, I usually do my projects in one session, but this one takes more than 2 weeks to be done. I’m taking Dove-Camera Shy (you can search it on youtube) because I have been seeing Dove’s video campaigns for like the last 3 months (even Dove Men’s campaigns). They brought me into tears, they change my whole perception, too powerful (you know I’m not a kind of girl who cries so easily, safe to say I show no emotions most of the times). All of the campaigns are simple yet relatable, every video (literally) made me take a moment of silence. I was so into the project, I even put stickynotes on my wall with things related to the campaign such as “Beauty is the source of confidence, not anxiety.”

However about the video it shows how grown up women hates the camera, they cover themselves even throw things to avoid being on the frame. The research I found stated that grown up women feel insecure about how the look, in fact 77% women are camera shy because they don’t feel good enough to be on camera.

“When did you stop thinking you’re beautiful?”
Later the video shows how little girls are not insecure, they love themselves, they have a positive body image, they don’t care how they look on camera, they are full of confidence.

Women, if you have a spare time please do check Dove’s campaigns on youtube, I hope they will empower you as they empowered me.

“Isn’t it time to redefine beauty?”

*all quotes were taken from Dove’s campaign*

Recharged

I woke up today normally, I prayed, do my daily “business”, washed my face, and brushed my teeth. I had nothing to do and I hate the feeling of being unproductive, so I browsed my phone. Apparently terrorism-talks are still the #1 topic on my ask.fm. I am 19 myself and I definitely know that killing people is killing people, it is not a cool thing to do, nor a right thing to do, not even if you do it in the name of God. I am not judging people of a specific religion for I know that they are innocent, and I certainly understand that it is impossible to spread a perception. Perception is made in a human’s thought, it is unique and there is no identical perceptions.

Out of nothing I made myself read those terrorism news, I mean the new ones (Australia’s &France’s) and I realize I live in a completely different world than I thought.  I read those new with my misty eyes. Fyi, I do not cry a lot, sometimes I feel weird that I relate tears into happiness, and dissapointment, no other things. I did not even cry when my Oma died because I know we(me, my family, the doctors and nurses) have done our best and if she must go, it must have been the best thing in God’s mind. I don’t want to see her suffering. Oma lived in my house for almost 10 years, the other years I’ve always seen her at least once in a week, and you can tell we’re pretty close. Okay too much intermezzo, I have never had such feelings in my life so far though I think I might feel it again when I have a child on my own. It was definitely the most beautiful thing I had ever seen in my life, it was the most beautiful love between humans. I’ve seen love birds everywhere, I see how my parents look at each other everyday, I see how they are still so madly in love, yet all of those are beaten the feeling I had when I read the news. #illridewithyou #jesuischarlie restored my faith, the world might get better, in fact my world is better already. I have not even finished reading my first #illridewithyou article, I bursted into tears (happy ones! :D) and had to take a time to balance my overflowing good mood for a while, then I continued reading and the exactly same cycle happened.

I was thinking about sharing my thought on facebook but I think it might be more suitable to share it here.

P.S. : This post took a long time to write, I’m still drowning in the midst of my euphoria.

Sing Penting Gaya

Mau curhat, abis ribut sama temen deket. Sedih? Banget lah tapi udah biasa yang beginian akhirnya juga ntar kanen sendiri telpon sendiri baikan sendiri. Namanya juga cewe temenan gontok-gontokan dikit, ribut karena salah satu lagi PMS yah sudah biasa hahaha.

Harus mulai darimana juga bingung. Orang-orang sekitar gua mungkin udah tau ya tiap gua pergi jalan-jalan gua harus nabung sendiri buat belanja, kan di luar negeri lebih murah apalagi ada tax refund. Singkat cerita entah gua lagi sensian atau gimana temen gua ni nyeletuk ngapain gua beli barang-barang high end begitu kalau ada KW-annya juga. Toh menurut dia sama-sama aja diliatnya. Buat gua pribadi, gua beli barang-barang begitu tuh bukan dari tampaknya doang, gua beli kualitasnya, gua membayar orang yang susah payah bikin barang gua itu. Lalu dia sebutin tas merk A KW sekian dia ga rusak-rusak udah berapa taun. Bertahun-tahun gua temenan sama dia, gua jelas tau dia ini tipe orang yang menganggap tasnya itu bayi yang sangat amat rentan terhadap apapun. Jelas jauh sama gua yang sembarang lempar sana sini. Belajar dari pengalaman, gua punya beberapa merk yang emang tahan uji, ga murah emang, tapi menurut gua, layak kok mengeluarkan sekian buat 10-20 tahun ke depan daripada beli tas KW yang kulit palsunya akan ancur setelah gua pake 3x.

Mau segimana pun cara orang pasarin kalau udah liat bentuk nyatanya berasa kok ga sekuat yang asli. Mau itu KW mahal yang harganya beda tipis banget (ga ngerti sama yang beli beginian) begitu pegang dan liat kerasa banget kualitasnya jomplang. Bukan sok kaya, tapi gua rasa kerja keras mereka menghasilkan barang berkualitas layak dihargai. Ini berlaku juga ya buat tas dalam negri yang kualitasnya oke punya tapi di-KW-in juga. Kenapa gua ga beli tas dalam negri yang sama kuatnya dan lebih murah? Ya gua ga demen aja modelnya belom ada yang pas, maunya gua beli tas kan yang bisa bertahan lama kalau bisa kaya mami gua sampe diturunin lagi ke anak yang begini kan gua carinya yang aman, yang enak yang masuk segala macem dan yang ga akan ketinggalan jaman modelnya. Kalau situasinya dibalikin, tentu gua bakal sakit hati dong. Gua susah payah bikin karya yg murni dari hasil pikiran gua, dibuat dengan kualitas baik, eh kok dipalsuin, rasanya…… sakit.

Gua tau di luaran banyak yang mendukung beli tas KW buat kepentingan kerja lah apa lah kualitas mirror lah. Ya silahkan aja tapi ga usah sampe ngotot maksa gua beli KW juga. Semua juga punya persepsi berbeda, menurut gua begini menurut lu begitu, selesai sampai situ ga usah lanjut jadi ribet.

Jadi Anak Kecil (Lagi)

Ga berasa banget udah 1 semester aja gua jadi anak kost-an. Ga berasa, soalnya kost baru ini bikin betah banget, gimana ga betah, udah deket sama kampus, deket sama mall, deket sama toko alat tulis yang murah, temen kost asik, kamar luas, kamar mandi dalam, mbanya jujur dan bersih umurnya pun ga beda jauh kalo ngobrol nyambung dan rame, juga tante kost yang baik banget. Setelah 1 semester ini melalui observasi gua terhadap diri sendiri ternyata gua jauh berubah loh! 😀 Menurut hasil penelaahan gua, kok gua cenderung memperlakukan diri gua jadi kaya anak kecil lagi ya setelah jadi anak kost? Sejauh ini dijalanin ga berasa, cara hidup “anak kecil” ini sangat amat okey mamen.

 

Uang Jajan

Iye sekarang gua “menjatah” diri gua dengan uang jajan harian. Masih inget ga sih pas kecil sehari dikasih berapa sama bokap/nyokap buat jajan? Cukup ga cukup ya dicukup-cukupin, dengan kapasitas perut gua ini kadang sampe ngemis-ngemis ke tante kantin *skip*. Hal ini ternyata sangat efektif loh buat menambah tabungan, saudaras! Hahaha 😀 Setelah pindah ke Serpong, ketemu temen-temen yang sama hedon, somplak, dan sama error-nya sama gua, habislah uang jajan! Hari ini karaoke, besok makan di resto A dengan alasan “memulai minggu yang keras dengan makanan yang baik” eh lusa kok makan di resto B kali ini alasannya “hidup kita ini berat, coy kita butuh fuel yang setimpal”  besoknya kok ya ke resto C katanya “we did this week smoothly girls we deserve these beautiful foods” oke, gua kalah. Sama makanan mah akan selalu kalah. Awal masa berlaku uang jajan ini berattt banget, apalagi kalau liat temen-temen gua foto bareng dengan mengikutsertakan makanannya yang begitu indah. Ngeces lah emakkk! Tapi akhirnya kok berasa enaknya ya. 😀 Daripada makan di resto abal-abal berkali-kali pelayanan ga bagus kan mending sekalian fine dining ye, toh 3 kali makan resto abal-abal = makan fine dining + kekasih, kurang apa kadang masih nyisa lagi hahaha. Kadang suka diketawain temen, kan suka dijemput temen kalo kuliah, ngeliat gua masukin duit jatah jajan ke dompet diketawain kaya anak kecil katanya. Peduli amat yang penting duit gua tambah banyak yang ditabung. Gua cuma jatahin 10ribu sehari yang mana di Serpong mah ga dapet apa-apa, jadi most of the times sih gua ga jajan, berakhir ditabung lagi, asik kan? 😀

 

Bawa Bekel

Pas kecil gua suka dibawain bekel, pas SD males, pas SMA ngemis! hahaha 😀 Makin gede sadar makanan luaran itu ga sehat, kotor ga terjamin, dimasak dengan minyak hitam blah blah blah enakan masakan emak gue kali, Bang. Selama menjabat jadi anak kost, gua merasa bawa bekel ini sangatttttt mengurangi pengeluaran loh beneran, apalagi beras bawa dari rumah. Beras dari rumah udah pulen, enak, wangi, 0 Rupiah lagi! Kalah dah beras warteg mana juga, udah mahal nasinya keras. Huek. Kadang gua suka jajan di kantin sih, tapi suka kepikiran, paling murah gua jajan 10ribu, cuma nasi setengah sama telor gembel *ini beneran namanya telor gembel* Sampai suatu hari gua melihat telor gembel fresh baru dimasak. Alamakkk minyaknya item pake banget. Trauma. Sejak itu gua bawa bekel pake telor sendiri, lumayan ga sampe goceng sehari tuh bawa nasi banyak + telor, telor ayam kampung lagi 😀

 

Dimarahin

Dimarahin siapa? Diri sendiri lah. Gua ini sukanya keluyuran, ga betah diem di kamar gitu. Awal-awal mah cuekkk hantam aja yang penting kaki melangkah. Alhasil gua jadi begadang terus, kerjaannya minumin kratingdaeng terus tiap bangun tidur biar ga ketiduran di kelas. Akhir-akhir ini gua mulai bisa tegas sama diri sendiri, kalau mau pergi kerjain tugas dulu, kalau mau internetan gua akan paksa diri gua minimal buat cari bahan buat analisa/portfolio dulu. Hasilnya? Kaya di film sinetron lebay ada perang di kepala sendiri antara kerjain tugas sama main. Seriusan gua ini emang suka aneh begitu, kadang suka merasa ada banyak jiwa di dalam tubuh gua, mungkin gua butuh psikolog, ada psikolog pribadi sih tapi belom lulus….. *skip* Makin lama dibiasain eh jalan juga loh. 😀 Kalau ga ada tugas, sebelum bersenang-senang gitu gua akan diem dulu di ranjang merekap apa yang terjadi di kelas hari itu. Hasilnya? Ujian ga usah belajar, seriusan hahaha cuma perlu merekap apa yang terjadi di kelas tiap hari, getting A’s is as easy as that people, inget tapi tiap hari yah dan berlaku kalau dosennya ga kasih tugas take home hahaha 😀 btw ini lagi dilakukan sekarang, gua cari bahan buat bikin portfolio, essay, sama analisa sebelum nulis ini.

Dimarahin juga sama diri sendiri dari sisi yang religius. Jadi anak kost, bangun suka-sukanya, kadang suka males atau ga keburu saat teduh. *kebiasaan di rumah SaTe tiap pagi* Saat-saat seperti ini ya perang lagi sisi religius maksa SaTe, sisi realistik maksa beres-beres biar ga terlambat. Akhirnya yaaa learn how to bend lah kalau ga kan ntar patah hahaha 😀 SaTenya pindah ke malem! Masalah selesai.

 

Kadang merasa lucu juga, pas kecil benci banget diperlakukan kaya gitu. Duit jajan dibatasin, orang lain beli mainan balon AA banyak karena uang jajannya banyak, gua mah ga bisa beli banyak-banyak, abis buat makan sendiri. Pas kecil males bawa bekel, kayaknya pas SD jajan adalah suatu hal yang sangat keren. Pas kecil suka sebel sendiri kalau dimarahin. Sekarang ini kok ya baru sadar semua juga buat kebaikan gua, dan gua malah memperlakukan diri gua sendiri kaya begitu. Ah sudahlah aneh memang tapi nyata. Pas kecil mau cepet gede, udah gede malah memperlakukan diri sendiri jadi anak kecil.

 

Btw suka denger orang bilang ga sih kalau udah kuliah jangan pengen cepet kerja, ntar udah kerja pengennya kuliah soalnya. Kok gua ga pengen cepet-cepet kerja ya? Enakan kuliah kemana-mana. Kalau kerjanya ngajar anak-anak sih boleh juga, tapi kayaknya susah jaman sekarang hidup dari cuma jadi guru/ngelesin doang kan ya? Ini cuma gua yang aneh atau gimana? 

14.2.14

 

 Baiklah agak terlambat buat ngomongin valentine kayaknya. Peduli amat cerita cinta mah selalu laku di pasaran *apa sih?*

Ga seperti taun-taun sebelumnya, taun ini gua ga dapet bunga hahaha Taun-taun lalu dapet bunga dari seorang temen deket, tapi akhirnya gua protes dia kasih bunga apapun selalu layu, akhirnya berapa bulan lalu dia kasih gua bunga lagi, beserta tanamannya! Hahaha biar ga layu-layu katanya, anndddd taun ini gua ga dapet bunga karena udah punya tanemannyan langsung mungkin. Gua ga ada apa-apa sama cowo ini, cuma temen dekat generasi kedua, and btw he’s not into girls.NSejak punya pacar *ahem* ga ada ceritanya gua dikasih bunga, ada yang bilang “Cowonya ga romantis amat sih?” “Kok pelit sih?” dan pertanyaan serta pernyataan intimidatif lainnya. Ya terus kalo cewenya ga suka bunga masalah buat ente, Nyak? Sampai hari ini gua ga pernah jadi seseorang yang goes ooh and aah kalau dapat bunga karena emang ga suka aja. Mending duitnya dipake makan enak *emangnya cukup?* 

 

Seperti biasa, prolognya kepanjangan hahaha padahal cuma mau cerita tentang 14.2.14 aja. Agendanya gimana? Ya seperti taun sebelumnya, kuliner lah sama abang sayang . Kami rasa cara paling romantis buat kencan adalah makan, makan, dan makan. Eh makan semua ya? Biarlah ga menyangkal kami mah emang demen banget makan, kadang suka sampe kere sendiri, akhir bulan kencannya makan lagi, di Kehidupan, yang 6 ribu dapet nasi + 4 sayur + air putih gratis. Suer paling murah ini sebandung, jajanan di SD dede gua aja ga ada yang sebanding murahnya sama ini, denger-denger ini karena ada semacem sumbangan gitu ya bener ga sih? Makanannya vegan dan tempatnya…….. Biasa aja tapi karena bareng pacar jadi romantis hahaha

 

Hari valentine dimulai dengan makanan yang ringan di perut dan ringan di kantong : cireng! Asalnya mau cimol cuma ga nemu, emang dasar jenius kalau soal makanan, tanpa acara cemberut gua langsung punya ide beli cireng hahaha. Setelah makan cireng, gua ke SMAK 1 mau nostalgia gitu kan ceritanya makan berdua di kantin, ternyata oh ternyata yang gua liat adalah anak-anak cewe dengan dress and high heels seliweran di depan sekolah. Kenapa acara taun ini keren banget? Flashback dua taun lalu valentine gua so lame, tetap belajar, lalu dilanjut perjamuan kasih, makanannya harus dianter ke sekolah, untung kelas cuma 8 orang, kelas gua dan WK berhasil kabur ke Sushi Tei buat perjamuan kasih yang super keren. Acara nostalgianya batal aja dong saudarasss! Padahal ayam keju tante kantin gua enaknya badai banget loh, kangen banget sama nasinya yang hangat, ayamnya masih panas, kejunya meleleh tumpeh-tumpeh *skip*. Akhirny. Ke mana coba? Ke IP makan solaria hahaha bersusah-susah dahulu kan malem mau makan mahal.

 

Siangnya gua beres-beres di rumah, si abang kuliah. Gua siap-siap sambil harap-harap cemas dapet tempat di Atmosphere ga ya, kemarin malem gua telp katanya masih banyak dan suruh datang langsung. Tapi pret mana bisa percaya, apalagi suara mbanya udah ketus dan ogah-ogahan. 

*skip*

Singkat cerita berangkatlah ke Atmosphere dannn penuh. Hahahahahahahahahahahahahaha Akhirnya kami jalan tanpa arah dan tujuan asal mobil jalan sambil nelponin resto dan hotel yang masih ada tempat buat dinner. Semua penuh, hopeless eke emakkk. Setelah jalan tanpa arah beneran, akhirnya jadi ke Sierra. Ga tau makanannya macam mana, takut ga enak peduli amat ceritanya malam ini mau beli suasana. Sebenernya gua pengen ke Abuba kan jelas enak cuma kata yang nyetir kurang keren tempatnya, soalnya kita dandan hahaha centil ya.

 

Sesampainya di Sierra, dapat tempatnya di luar dong hahaha untung hujan abunya udah ga parah *pas siang udah kaya gerimis tapi abu*. Jadilah kita makan di sini, ternyata makanannya biasa saja, tempatnya…….. Entahlah kami di duduk di tempat yang sama seperti dulu waktu ada teman yang sweet seventeen di sini, terang bangetbjadi ga gitu berasa candle light dinner musik pun dari resto sebelah mau nangis rasanya, untung pelayannya baik ramah tanggap hehe. Singkat cerita masih kurang puas, masih mau lanjut ke Verde, pas naik Verdenya masih kosong. Pas turun, penuh dong pake banget yah batal ajalah udah malem juga.

 

Kadonya jelas ga ada bunga hahaha taun lalu kasih coklat sekarang upgrade jadi puma BMW 😀 Sebenarnya ini valentine jadi kayak alasan yang sangat cantik buat makan seharian ya hahaha gapapa deh sekali-sekali, sekalian merayakan tanggal jadian juga kan *ups* Terakhirrrr, semoga kami terus langeng *ahem*, terus demen makan, terus ga ada alergi makanan, dan terus banyak resto enak yang muncul

TJ : South Korea

Maap bapak ibu kakak adik ini TJ memang udah expired, maap juga TJ yang lama juga belom kelar ya gimana emang yang punya blog suka malassss hahaha

Daripada yang kali ini kaga kelar kaya yang dulu, mendingan dibuat jadi 1 post aja yee 😀

Ini kedua kalinya gua ke South Korea, sebelumnya, waktu K-Drama dan K-Pop belum booming kaya sekarang gua udah ke sana, dan gua ga gitu seneng aja. Dulu gua ke Mount Sorak, dan menurut gua mah sangat amat jauh lebih bagus Bromo. Ke Korea itu pretty much liat bangunan lama *gua ga suka liat bangunan bersejarah*, dan pemandangan *lame, menurut gua bagusan Indonesia*. Aku Indonesia *tiru capres muda #upsss*

1. Banana Milk

Buat yang kepo banget sama rasa susu legendaris yang konon katanya wajib dibeli kalau ke Korea ini, terutama para Korean lovers, maafkan sayaaa! Sesampainya di Korea, gua langsung cari minimarket di bandara, iya di bandara berhubungan sama perut mah emang ga bisa ditunda kan yaa hahaha 😀 Rasanya kaya…………………………………………………………………. Silahkan pergi ke Cimory, dan beli susu rasa pisang, persis banget. Minumnya sambil tutup mata, bayangin lu lagi nyedot dari bentuk tempatnya yang macem y*kult raksasa itu, persis plek plek plek!

2. Bulgogi

Temen-temen yang demen makan, biasanya akan tanya tentang makanan yang satu ini. Bulgogi di Indonesia, kalau dibandingin sama Korea punya, beuuuhh sejauh stratosphere sama inti bumi dah. Pas pertama ke Korea, ini satu dari dua nama makanan Korea yang gua inget, satu lagi yang gua inget adalah kimchi karena ketemu terus tiap makan.

3. Gyeong Bok Palace

Yang nonton Jewel in the Palace mana suaranya? Tempat ini kayaknya wajib punya dikunjungi kalau ke Korea, pertama kali gua ke Korea, lagi ga snowing walau perginya pas winter, dan kedua kalinya, snowing dong, in my opinion bagusan kalau lagi bersalju ini tempat. Buat yang jadwalnya mepet-mepet mending ga usah, persis banget sama di film kok, dateng ke sana cuma mau liat kan paling foto buat yang mukanya indah di frame hahaha 😀

4. Kosmetik

Sebelum ke Korea, karena ga bisa ngomong, dan ga tertarik sama kosmetik gua cuma bawa 50k Won, sekitar 500k Rupiah. Sampe sana kok ya kalap hahaha Gua bukan tipe cewek yang demen maskeran perawatan bla bla bla cuci muka pun kalau inget aja, cuma gua ini punya masalah sama white heads and black heads, produk yang ampuh tuh etude punya yang di sini harganya seinget gua 3x ribu per paket. Di Korea klenger gua liat harganya, 10k Won saja saudaraaaa isi 10 paket, ke Rupiahnya kaliin 10 aja. *pingsan sejenak -skip-* Singkat cerita, gua beli 2 pack buat komedo ( 1 dari etude 1 skin food), 1 pack masker buat oleh-oleh dengan harga sama, cat rambut yang bentuk foam, sama depilatory cream nya etude, sisanya cuma mampu beli kimbap dua kali di mini market, sama beli susu pisang 5 biji. Tips aja, kalau mau ke Korea, terutama cewek, jangan sok-sok ga butuh kaya gua, lalu sok jago bawa duit cuma dikit, menyesal gua menyesal!

5. Nami Island

Tempat yang kata orang romantis ini, lagi-lagi ga menyentuh hati gua hahaha 😀 Maap ye, dari Paris, Tateyama, Cruise, you name it tempat-tempat romantis, buat gua mah kaga romantis! Definisi tempat romantis gua mah di mana pun ada kekasih. Tapi ini pulau bagus kok buat foto gitu berasa foto studio tapi layarnya asli. Di sini saat pasangan-pasangan honeymoon foto-foto manja dan mesra gua mah main salju aja sama dede gua.

8. Everland

Ga begitu menarik buat gua, bagusan Disneyland. Bagusnya cuma T-Express.

7. Snow!

Ga pertama kalinya sih ini ngeliat salju, ga pertama kalinya juga mengalami hujan salju. Spesial banget kali ini ke Korea, konon katanya tanggal-tanggal gua ke Korea ini biasanya belum snowing  etapi pas gua ke sana snowing! Senenggg hehehe 😀

8. Cowo ganteng

Skip aja deh, ga ada yang ganteng. Soal cowo ganteng mungkin akan ada di TJ gua selanjutnya. Cowo ganteng buat gua mah jauh sama oppa oppa Korea. Ganteng tipe gua mah yang tinggi, berotot, kulit sawo matang, rambut coklat tua, mata coklat tua, alis dan bulu mata bagus, idung mancung, tatapan mata tajam, senyumnya manis. Detail banget yah hahaha singkatnya seperti Aa Taylor Lautner ish bang aku untukmu *mulai menyimpang -skip-*

Segitu dulu deh TJ Korea, highlights-nya cuma itu aja hehehe. Ditunggu yaa TJ selanjutnya. Selanjutnya mungkin akan melanjutkan TJ yang tak terselesaikan itu *kalau niat* atau langsung ke TJ baru, karena beberapa bulan lagi gua akan kembali mengunjungi the place I love most! Kepo ga? Semoga kepo deh jadi ditungguin TJ-nya *gembel kepo-ers*