Larangan Berimajinasi

imajinasi /ima·ji·na·si/n1 daya pikir untuk membayangkan (dl angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; 2 khayalan Tulisan ini cuma opini gua, setuju ga setuju terserah.   Setelah sekian lama ngajar jadi guru sekolah minggu, gua melihat beberapa anak itu rasanya kaya berkaca, kembali ke masa lalu gua, do you… Continue reading Larangan Berimajinasi

Live your life …

Live your life happily. Nothing should be regretted. You NEVER fail.

Ntah lah cuma ini adalah suatu kalimat pamungkas yang mengisi keseharian gua. Kalo orang bilang “Hidup itu udah susah ga usah ditambah susah lagi.” itu gua setuju bener. Kalimat di atas ini passwordnya! 😀

Sadar ga sadar, peduli atau ngga penyesalan itu sesuatu yang membuat gua, dan mungkin sebagian orang di luar sana malah jadi down, bukannya berusaha lebih baik. Ya mungkin orang-orang ngatain gua ga ada semangat juang kali ya? Peduli amat deh hahaha. Yang pasti gua apa yang gua pegang beberapa tahun terakhir ini adalah bahwa gua tidak boleh menyesali apapun itu yang udah gua lakukan. Suka ga suka pasti suatu saat nanti apa yang gua anggap salah akan berguna di masa depan. * ini apaan sih 😛 ”

Suatu contoh yang sangat mudah adalah penyesalan gua untuk masuk SMA di program khusus which is  memaksa gua untuk masuk IPA. Hal ini sempet sangat gua sesali, bikin gua keki abis-abisan selama beberapa bulan. Alasannya sangat simple, karena buat kuliah gua ga mau ambil sesuatu yang berhubungan dengan IPA, pengennya kan seni-seni gitu yaa hahaha. Kesel banget gitu dulu kayanya kalau gua harus ngulik soal, bikin otak panas, rame sih tapi bikin emosi juga kadang-kadang. Tapi sebenernya gua cinta IPA ko, cinta sebagai hobi aja, bukan sesuatu yang pengen gua dalami sampai ke akar-akar bahkan sampai ke rambut akarnya. * ngawur * Cuma seiring waktu berjalan, dan sampai pada titik saat gua mau test buat masuk ke universitas idaman, jalur beasiswa, tanpa belajar, dan dapet beasiswa (waktu itu soalnya mostly logika) gua berpikir, mungkin kalau gua jadi anak IPS, gua akan terus menghapal, males mencoba mengerti apa yang dibicarakan, dan tidak akan lulus tes beasiswa. Kenapa? Karena otak gua tidak dipaksa berpikir logis seperti di IPA, kalau di IPS ya jelas kerjaan gua akan nyalin PR , fotocopy catatan temen, baca seniatnya. Enak yah dipikir-pikir, emang enak! 😀 Tapi kan gua jadi nangis garuk-garuk tanah ga keterima tes, tragis yah. Jadi, ga ada yang perlu gua sesali juga kan masuk IPA? Pada dasarnya apa yang gua lakukan di masa lalu ga perlu gua sesali, kalau gua ada buat kesalahan, ya udah aja life goes on  kan? Toh gua frustasi pun ga akan mengubah masa lalu gua ya kan ya kan? 😀

Fail” kata maut yang agak horror yah? Pernah gagal ga sih? Gua sih ga pernah. 😀 Kata Deddy Corbuzier sih , gua hanya menemukan cara-cara baru untuk gagal. Maksa ? Biar ah 😛

Pada intinya, hidup itu pasti bisa dilihat dari dua sisi lah. Kalau gua sih memilih buat lihat mostly dari sisi positifnya, tapi ya gua berjaga-jaga jugalah buat yang negatifnya. 😀